Suasana berbeda terasa di lingkungan sekolah sejak Senin, 15 Desember 2025. Daun-daun kering yang biasanya terabaikan kini berubah menjadi bahan utama karya kreatif siswa dalam kegiatan Kokurikuler Tema 2. Kegiatan ini mengangkat semangat kepedulian lingkungan sekaligus mengasah kreativitas peserta didik melalui pengolahan bahan alam.
Kegiatan kokurikuler ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, dengan total 10 kelas di setiap angkatan. Masing-masing jenjang diberikan tantangan berbeda sesuai tingkat perkembangan dan kreativitas siswa.
Siswa kelas VII memulai dengan kegiatan membuat kolase dari daun. Aneka bentuk dan warna daun disusun menjadi karya seni yang menarik, mencerminkan imajinasi serta ketelitian siswa. Dari gambar pemandangan hingga motif abstrak, kolase daun menjadi media ekspresi pertama mereka dalam mengolah bahan alam.
Sementara itu, kelas VIII ditantang untuk membuat kotak serbaguna berbahan dasar daun yang dikombinasikan dengan material pendukung lainnya. Kotak ini tidak hanya dinilai dari keindahan, tetapi juga dari fungsi dan kerapian. Kreativitas dan kerja sama kelompok tampak menonjol dalam setiap proses pembuatannya.
Berbeda lagi dengan kelas IX yang mengolah daun menjadi produk ramah lingkungan berupa ecopaper. Melalui proses perendaman, penghancuran, hingga pencetakan, siswa belajar bahwa daun dapat memiliki nilai guna tinggi jika diolah dengan tepat. Kegiatan ini juga menjadi bekal pengetahuan tentang konsep daur ulang dan keberlanjutan lingkungan.
Seluruh produk hasil karya siswa nantinya akan dilombakan pada puncak acara kokurikuler. Setiap kelas akan menampilkan karya terbaiknya untuk dinilai dan diapresiasi. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah apresiasi terhadap usaha, kreativitas, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.

