089666666411 smpn1wajak@gmail.com

Meneladani Makna Isra Mi’raj dalam Harmoni Sholawat: Peringatan Isra Mi’raj di SMP Negeri 1 Wajak

Oleh

Ekstra Jurnalis

Aula terbuka SMP Negeri 1 Wajak dipenuhi suasana khidmat pada 15 Januari 2026. Sejak pagi, peserta didik berkumpul dengan tertib untuk mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat keimanan dan meneladani akhlak Rasulullah.

Kegiatan diawali dengan penampilan Banjari Spensatwa yang sukses memukau hadirin. Lantunan sholawat yang dibawakan dengan penuh penghayatan menggema di seluruh aula terbuka, menciptakan suasana religius sekaligus menenangkan. Tepuk tangan meriah mengiringi penampilan tersebut, menandai awal acara yang sarat makna.

Usai penampilan banjari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, Asmaul Husna, serta sholawatan yang diikuti bersama oleh seluruh peserta. Suasana semakin terasa syahdu ketika ratusan suara siswa berpadu dalam lantunan doa dan pujian kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Momen ini menjadi ruang refleksi bersama di tengah rutinitas pembelajaran sehari-hari.

Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Pak Ghozali. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak peserta didik untuk memahami peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya sebagai perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya salat, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa membuat tausiah mudah dipahami dan menyentuh.

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik tampak mengikuti acara dengan penuh perhatian. Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, peringatan Isra Mi’raj ini menjadi sarana pembinaan karakter religius dan penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan sekolah.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, SMP Negeri 1 Wajak berharap peserta didik mampu meneladani sikap dan akhlak Rasulullah SAW, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam belajar, bersikap, dan berinteraksi. Suasana khidmat yang tercipta menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan tetap memiliki tempat istimewa dalam kehidupan sekolah.

Popular Post