Aula terbuka SMP Negeri 1 Wajak menjadi pusat perhatian seluruh warga sekolah pada 19 Januari 2026. Hari itu, sekolah menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS sebagai puncak rangkaian kegiatan demokrasi siswa. Tidak hanya diikuti oleh peserta didik, kegiatan ini juga melibatkan tenaga pendidik dan kependidikan sebagai pemilih, menciptakan suasana pemilu yang nyata dan edukatif.
Sejak pagi, suasana aula terbuka sudah tampak ramai namun tertib. Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang menandai dimulainya proses pemilihan. Seluruh warga sekolah berkumpul dengan antusias, menyadari bahwa momen ini bukan sekadar memilih pengurus OSIS, tetapi juga sarana belajar tentang tanggung jawab dan partisipasi dalam demokrasi.
Tiga pasangan calon yang sebelumnya telah mengikuti tahapan kampanye dan debat kembali menjadi sorotan. Pasangan calon nomor urut 1, Celsea dan Danira, nomor urut 2, Galih dan Kiran, serta nomor urut 3, Alifia dan Moza, bersaing secara sehat untuk meraih kepercayaan pemilih.
Memasuki tahap pelaksanaan pemungutan suara, para pemilih bergiliran menuju tempat pemilihan yang telah disiapkan. Dengan tertib, siswa, guru, dan tenaga kependidikan menggunakan hak pilihnya. Proses ini berlangsung lancar dan kondusif, mencerminkan kedewasaan warga sekolah dalam berdemokrasi.
Setelah seluruh suara terkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan penghitungan suara yang dilakukan secara terbuka. Suasana aula terasa tegang namun penuh harap. Setiap perolehan suara disambut dengan sorak dan tepuk tangan, menandakan tingginya perhatian warga sekolah terhadap hasil pemilihan.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, pasangan calon nomor urut 1, Celsea dan Danira, berhasil memperoleh suara terbanyak dan dinyatakan sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih SMP Negeri 1 Wajak. Kemenangan tersebut disambut dengan antusias, sekaligus menjadi awal tanggung jawab baru bagi pasangan terpilih.
Melalui kegiatan pemilihan OSIS ini, SMP Negeri 1 Wajak menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, kejujuran, dan sportivitas sejak dini. Proses yang dimulai dari pembukaan, pemungutan suara, hingga penghitungan hasil menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta didik dalam memahami makna kepemimpinan dan kebersamaan.




